Kisah Inspiratif Pelajar Surabaya: Ubah Kulit Bawang Jadi Tinta Spidol
Reporter : Editor 01
Bisnis
Selasa, 20 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Siapa sangka limbah dapur yang kerap berakhir di tempat sampah bisa menjadi barang bernilai ekonomis? Raihan Jouzu Syamsudin, siswa kreatif dari SMP Negeri 57 Surabaya, berhasil membuktikan menyulap kulit bawang putih menjadi tinta spidol ramah lingkungan yang kini mulai merambah pasar.
Inovasi ini lahir dari kepedulian Raihan terhadap lingkungan sejak mengikuti ajang Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada Februari 2024 lalu.
Tak tanggung-tanggung, berkat ketekunannya, ia kini telah mengumpulkan dan mengolah sekitar 3,12 ton kulit bawang putih.
Sains di Balik Kulit Bawang
Raihan menjelaskan bahwa ide pembuatan tinta ini didasari oleh riset sederhana mengenai kandungan black carbon. Melalui proses pembakaran kulit bawang putih secara tertutup, dihasilkan senyawa karbon hitam yang pekat.
“Dari hasil riset, kulit bawang putih yang dibakar secara tertutup menghasilkan black carbon. Senyawa ini kami manfaatkan sebagai bahan baku alternatif tinta spidol yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan jangka panjang,” ungkap Raihan, Senin (19/1/2026).
Proses produksinya dimulai dengan menjemur kulit bawang hingga kering, menghaluskannya dengan blender, hingga proses pembakaran untuk mengambil pigmen hitam. Hasilnya adalah tinta spidol ukuran 30 mililiter yang ia banderol seharga Rp15.000 per botol.
Ekosistem Produk Ramah Lingkungan
Tidak berhenti pada tinta, peraih predikat Pangeran II Lingkungan Hidup Surabaya 2024 ini juga mengembangkan sayap inovasinya. Saat terkendala bahan baku yang lembab akibat hujan, ia mengolahnya menjadi eco enzyme dan sabun cair.
Sabun cair inovasinya dijual seharga Rp10.000 per botol ukuran 250 ml. Produk ini mendapat respons positif dari pasar daring maupun tetangga sekitar.
“Ada tetangga yang sudah beli sampai tiga kali karena wanginya enak dan aman untuk perairan karena tidak memakai banyak bahan pembusa,” tambahnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Raihan.
Menurutnya, Raihan telah melampaui pola pikir pengolahan sampah organik konvensional yang biasanya hanya berakhir menjadi kompos.
“Ini adalah success story anak didik kami. Kami ingin membangun pola pikir kreatif dan solutif sejak dini. Dispendik juga akan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) agar inovasi Raihan memiliki jalur pengembangan yang jelas dan berkesinambungan,” tegas Febrina.
Hasil penjualan produk-produk ini tidak hanya menjadi uang saku tambahan bagi Raihan, tetapi juga diputar kembali sebagai modal pengembangan riset, pembelian wadah, dan promosi produknya.
Raihan membuktikan bahwa menjadi “pahlawan lingkungan” bisa berjalan beriringan dengan semangat wirausaha muda.
(Editor Aro)
#Daur Ulang Limbah
#Daur ulang sampah
#Jouzu Syamsudin
#SMPN 57 Surabaya



Berita Terkait

Empat Pulau Milik Aceh, LaNyalla: Cara Berpikir Presiden Komprehensif
Headlines.Rabu, 18 Juni 2025

AI Generatif di Pesantren:Ketika Guru Tak Lagi Jadi Penonton Teknologi
Daerah.Sabtu, 27 September 2025

Robot Isyana dari Unair Raih Hak Paten
Headlines.Jumat, 13 September 2024

Foto: HUT ke-1 Media Online Siginews.com di Grand Surabaya Hotel
Headlines.Jumat, 12 September 2025

