siginews

KPAI Desak Mitigasi Dampak Sosial Tragedi Bekasi Bagi Anak-Anak Korban

Reporter : Redaksi

Headlines

Selasa, 28 April 2026

Waktu baca 4 menit

KPAI Desak Mitigasi Dampak Sosial Tragedi Bekasi Bagi Anak-Anak Korban

Siginews.com-Jakarta (28 April 2026) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi memilukan pasca Kereta Rel Listrik (KRL) ditabrak oleh Kereta Api Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa nahas ini tidak hanya meninggalkan duka bagi dunia transportasi, tetapi juga menghantam denyut nadi banyak keluarga.

Berdasarkan laporan yang ada, sudah 14 korban yang di renggut nyawanya atas peristiwa memilukan tersebut. Seluruhnya adalah perempuan dewasa, tanpa ada korban anak-anak.

Selain itu, terdapat 84 korban luka-luka yang juga didominasi oleh perempuan. Di luar angka tersebut, masih terdapat laporan kehilangan, salah satunya adalah seorang pekerja perempuan dari sebuah kantor media.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menegaskan, di balik deretan angka korban tersebut, terdapat peran-peran tak tergantikan dari para perempuan tangguh yang telah menjadi korban.

“14 korban meninggal, dikabarkan seluruhnya adalah perempuan. Mereka bukan sekadar penumpang; mereka bisa jadi adalah tulang punggung ekonomi keluarga nya, ibu dari anak-anaknya, dan istri bagi suaminya serta harapan masa depan keluarganya.

Bahwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, akan tentu membawa situasi kesedihan yang sangat mendalam dan berdampak luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Tragedi ini meninggalkan duka dan kecemasan panjang. Salah satu kisah pilu datang dari Almarhumah Ibu Nuryati, yang berpulang dan meninggalkan anak kembar. Kondisi masa depan anak-anak yang mendadak kehilangan sosok ibu, serta para suami yang kini harus memikul beban ganda, menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan negara.

Dari kisah Ibu Nuryati saja, kita sudah dapat kita bayangkan beban keluarga, beban di pekerjaan, fungsi fungsi utamanya di keluarga yang hilang. Lalu, bagaimana dengan para korban perempuan lainnya, yang di renggut hak hidupnya atas peristiwa ini, tentu perlu perhatian kita semua, tentu hak pemulihan dan kehidupan nya diruang keluarga, ruang bekerja, ruang batin anak anaknya (bila.memiliki anak) perlu kepedulian, dukungan dan perhatian jangka panjang. Terutama yang di renggut nyawa dan mengalami luka berat.

Ada lagi kisah yang di bagikan para netizen di media sosial, melalui akun X @Bunaspace yang berasal dari tangkapan layar utas Threads dari akun @dearahardjo, tentang seorang ibu yang baru saja masuk kerja pasca cuti melahirkan, ikut di terrenggut nyawanya akibat peristiwa nahas tersebut.

Artinya bila benar peristiwa ini, maka ada seorang bayi yang kehilangan tiba tiba, ada suami yang kehilangan begitu cepat dan tidak pernah ia bayangkan. Artinya ada potensi rasa kehilangan, rasa kekosongan yang harus di mitigasi sejak awal. Agar dapat di mitigasi dampak dampak kepada keluarga korban.

Tapi tentu semua peristiwa ini, menjadi penting untuk segera di asessment ulang, di cek dilapangan, agar tidak ada situasi korban yang tertinggal, yang tidak di ketahui, pasca peristiwa.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Selain korban meninggal, 84 korban luka kini harus menghadapi masa perawatan, pemulihan fisik, serta guncangan trauma pasca peristiwa. Juga dikabarkan terdapat korban laki laki dari Kereta Argo Bromo.

Situasi kehilangan kemampuan bekerja secara tiba-tiba dan keharusan menjalani perawatan panjang tentu akan sangat membebani perekonomian dan kondisi psikologis keluarga mereka.

Oleh karena itu, KPAI berharap dan mendorong berbagai pihak untuk segera mengambil langkah nyata untuk para korban dan keluarga nya.

Kita berharap dampak dampak sosial mereka dimitigasi, ada perlindungan sosial, jaminan pengobatan, perawatan, serta pendampingan psikologis (trauma healing) yang berkelanjutan bagi para korban dan keluarganya, agar anak-anak mereka tidak semakin terlantar atau dilingkupi kekhawatiran.

KPAI juga berharap bila mereka dalam masa bekerja, perusahan memberikan kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan, terutama pengarisutamaan hak mereka, seperti pemberian waktu cuti yang memadai untuk pemulihan, dukungan moril dan materiel, serta jaminan hak-hak ketenagakerjaan bagi korban luka maupun santunan penuh bagi keluarga korban meninggal.

Saya kira ada situasi panjang, yang harus kita mengerti, yang akan dihadapi korban di masa perawatan, pemulihan, rasa kehilangan. Yang semua nya harus diterima secara tiba tiba, tanpa persiapan.

“Peran para perempuan ini di dalam keluarga sangatlah penting dan seringkali tak tergantikan. Tentu ini akan membawa duka yang panjang. Sehingga kami menuntut banyak pihak untuk ikut peduli, bergandengan tangan mengurangi penderitaan anggota keluarga, khususnya demi menyelamatkan masa depan anak-anak.”

KPAI akan terus memantau situasi ini dan memastikan hak-hak anak dari para korban tragedi Stasiun Bekasi Timur tetap terpenuhi di tengah masa sulit ini. Kami bersama para korban.

 

Penulis Jasra Putra

(Editor Aro)

#Jasra putra

#komisi perlindungan anak Indonesia

#KPAI

#Perlindungan Anak

#Tragedi Bekasi

#Tragedi kecelakaan kereta

#Wakil Ketua KPAI Jasra Putra

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.