Mahasiswa Indonesia Ungkap Beda Jauh antara Berita & Realita di Iran
Reporter : Sigit P
Headlines
Kamis, 15 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Kesaksian langsung datang dari Ismail Amin, seorang konten kreator sekaligus mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Iran.
Ia membantah keras narasi sejumlah media di Indonesia yang menyebutkan adanya kekacauan besar dan tuntutan agar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mundur dari jabatannya.
Melalui unggahan video pendek di akun Instagram @kaltim.meganews pada Selasa (13/1/2026), Ismail menegaskan bahwa pemberitaan tersebut sangat kontras dengan situasi nyata yang ia saksikan setiap hari di lapangan.
Bantah Tuntutan Khamenei Mundur
Sebagai warga Indonesia yang menetap langsung di Iran, Ismail mengaku tidak melihat adanya gelombang massa yang menuntut Imam Khamenei untuk turun takhta.
Sebaliknya, ia melihat solidaritas masyarakat yang masih kuat terhadap pemerintah.
“Tidak benar jika dikatakan masyarakat Iran menuntut Imam Khamenei turun. Justru yang saya lihat, masyarakat memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Iran, terutama dalam menghadapi tekanan dan intervensi Amerika Serikat,” tegas Ismail dalam keterangannya.
Soroti Ketidakseimbangan Informasi Media
Ismail menyayangkan sikap sebagian media di tanah air yang dinilainya menyebarkan informasi keliru dan tidak berimbang.
Menurutnya, banyak narasi yang berkembang hanya mengekor kepentingan pihak barat dan mengabaikan fakta objektif.
Untuk mematahkan narasi kekacauan tersebut, Ismail aktif membagikan konten visual yang menunjukkan:
– Aktivitas Normal: Kota-kota di Iran tetap berjalan seperti biasa.
– Keamanan Terjamin: Tidak ada kekacauan massal sebagaimana digambarkan di berita-berita internasional.
– Kondisi Demonstrasi: Ismail mengakui adanya demonstrasi, namun sifatnya tidak anarkis dan jauh dari kesan “chaos”.
“Demonstrasi memang ada, tetapi sifatnya tidak anarkis dan tidak mencerminkan kekacauan besar. Jauh berbeda dengan gambaran yang disajikan oleh sebagian media di Indonesia,” tuturnya.
Ajak Masyarakat Indonesia Lebih Kritis
Di akhir pernyataannya, Ismail Amin berharap masyarakat di Indonesia tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang tidak terverifikasi.
Ia menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyerap informasi internasional, terutama yang berkaitan dengan isu geopolitik sensitif.
Ia mendorong publik untuk mencari sumber informasi langsung dari lapangan guna mendapatkan perspektif yang lebih adil dan mencerminkan realitas yang sebenarnya di Negeri Para Mullah tersebut.
(Editor Aro)
#Ayatollah Ali Khamenei
#Iran
#Kesaksian mahasiswa Indonesia di Iran
#Krisis politik iran



Berita Terkait

Tuntutan Buruh Pertamina Aksi Jalan Kaki 400 KM dari Cilacap
Headlines.Selasa, 13 Januari 2026

KPK Resmi Tahan Bupati Pati, Berikut Alur Dana Suap Perangkat Desa
Headlines.Rabu, 21 Januari 2026

Jatim Juara Umum Kompetisi tapi Khofifah kok Lantik 120 Kepsek Baru?
Headlines.Selasa, 25 November 2025

Menkeu Tegang Pramono Absen Bahas GSW, Prabowo:Tenang Bu, DKI Nyumbang
Ekbis.Jumat, 13 Juni 2025

