Reporter : Redaksi
Lifestyle
Jumat, 13 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Lifestyle – Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, masyarakat Jawa masih menjaga berbagai tradisi yang sarat makna.
Salah satunya adalah brokohan, sebuah tradisi sederhana namun penuh doa yang dilakukan setelah kelahiran bayi.
Meski kini tidak selalu dirayakan secara besar-besaran, brokohan tetap menjadi simbol rasa syukur, harapan, dan kebersamaan dalam budaya Jawa.
Secara bahasa, kata brokohan diyakini sebagai kata serapan dari kata Arab, yaitu barokah (berkah).
Dalam konteks budaya Jawa, brokohan adalah acara selamatan atau syukuran yang dilakukan segera setelah bayi lahir.
Tradisi ini biasanya diadakan di rumah keluarga bayi, dengan mengundang tetangga terdekat dan kerabat untuk berdoa bersama.
Sudah jelas bahwa ujuannya adalah mengucap syukur atas kelahiran bayi, memohon keselamatan bagi ibu dan anak, serta berharap keberkahan dan masa depan yang baik bagi sang bayi.
Brokohan umumnya dilakukan pada hari kelahiran bayi atau dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran.
Tidak ada aturan baku yang kaku, karena tradisi ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi keluarga.
Dalam beberapa daerah, brokohan juga bisa digabung dengan acara lain seperti pemberian nama atau selapanan (peringatan 35 hari kelahiran).
Brokohan bukan hanya ritual, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial.
Dalam masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kehadiran tetangga dalam brokohan menunjukkan dukungan moral bagi keluarga yang baru saja menyambut anggota baru.
Secara spiritual, tradisi ini mencerminkan perpaduan budaya Jawa dan nilai-nilai Islam.
Doa-doa yang dipanjatkan biasanya berupa pembacaan doa keselamatan, tahlil, atau harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berguna.
Saat ini, bentuk brokohan bisa sangat beragam. Ada yang tetap mempertahankan format tradisional lengkap dengan hidangan simbolis, ada pula yang melaksanakannya secara sederhana, bahkan hanya dengan berbagi makanan kepada tetangga sekitar.
Namun esensinya tetap sama, yaitu ungkapan syukur dan harapan baik untuk kehidupan baru.
Di tengah gaya hidup modern yang serba praktis, brokohan mengingatkan bahwa kelahiran bukan sekadar peristiwa biologis, tetapi juga momen sakral yang layak dirayakan dengan doa dan kebersamaan.
Tradisi brokohan adalah bukti bahwa budaya Jawa kaya akan makna simbolis dan spiritual.
Ia mengajarkan bahwa setiap kehidupan baru datang membawa harapan, dan harapan itu sebaiknya disambut dengan rasa syukur serta doa bersama.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Brokohan
#Budaya jawa
#Selapan
#Syukuran
#Tradisi jawa
#Tradisi kelahiran bayi




Lifestyle.Kamis, 8 Januari 2026

Headlines.Rabu, 11 Desember 2024

Headlines.Senin, 1 Juli 2024

Lifestyle.Kamis, 17 Juli 2025