Ombak Besar&Macet Tak Halangi Warga Ritual Mandi Suro di Laut Ketapang
Reporter : Editor 01
Jawa Timur
Kamis, 26 Juni 2025
Waktu baca 1 menit

siginews-Banyuwangi – Malam Suro di Banyuwangi diwarnai kemacetan parah dan penutupan Pelabuhan Ketapang.
Namun, kondisi ini tak menyurutkan niat warga untuk menjalankan tradisi mandi malam Suro di laut, ritual yang dipercaya dapat membuang kesialan.
Menjelang malam Suro, jalur Pelabuhan Ketapang mengalami kemacetan total. Penyeberangan di pelabuhan pun terpaksa ditutup sementara lantaran ombak besar dan cuaca buruk.

Kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif di Jalan Raya Situbondo-Bajumati Ketapang, yang saat ini dalam kondisi padat merayap.
Meski demikian, di tengah situasi lalu lintas yang kacau dan cuaca yang tidak bersahabat, banyak warga setempat terlihat menjalankan ritual suroan dengan mandi di laut.
Tradisi ini dipercaya dapat membuang ‘balak’ atau kesialan dan menjadi simbol untuk memulai aktivitas hidup yang lebih baik di tahun yang baru.
Selain itu, bagi para pengguna jalan, diimbau untuk mengambil jalur-jalur alternatif dan senantiasa berhati-hati dalam mengemudi.
Pasalnya, cuaca buruk telah melanda Banyuwangi dalam tiga hari terakhir, dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
(Editor Aro)
#1 Muharram
#Banyuwangi
#Jawa Timur
#Malam suro
#Ritual Suro
#tahun baru islam



Berita Terkait

Diskusi Publik Petani Hutan Mojokerto: Mengurai Benang Kusut Aturan PS
Ekonomi.Selasa, 10 Februari 2026

Kodim Jombang Gelar Operasi Patuh Berkendara, Pastikan Prajurit Tertib
Hukrim.Jumat, 19 September 2025

Khofifah Nobar Bersama Pimpred Media: Perkuat Sinergi untuk Jatim
Headlines.Kamis, 27 Maret 2025

Ini Jurus Pemprov Jatim Turunkan Angka Kemiskinan di Tahun 2024
Daerah.Selasa, 2 Juli 2024

