Pemprov Jatim Bangun Tanggul 654 Meter untuk 240 Ha Sawah Trenggalek
Reporter : Sigit P
Bisnis
Jumat, 5 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Trenggalek – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan penyelesaian total pembangunan tanggul bronjong di aliran Sungai Gedangan, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Kepastian ini disampaikan Gubernur usai meninjau lokasi proyek pada Kamis (4/12/2025).
Pembangunan ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kerusakan parah akibat banjir besar yang melanda Trenggalek pada Februari dan Juni 2025, yang kala itu merusak lahan pertanian, irigasi, dan mengancam permukiman warga.
Proyek di Desa Kertosono mencakup pembangunan tanggul sepanjang 654 meter dengan tinggi 5,5$ meter, bangunan groundsill 53 meter, pemasangan tiga krib, serta pipanisasi.
Seluruh pekerjaan tersebut, termasuk pembangunan tanggul bronjong 90 meter di Desa Panggul, menelan APBD Pemprov Jatim senilai total Rp15,85 miliar.
“Apa yang diinginkan dari program besar Presiden Prabowo tentang Swasembada Pangan tidak mungkin bisa dicapai kalau irigasi teknisnya tidak lancar. Nah Irigasi teknis ini juga sangat terkait pada proses yang banyak terdampak karena banjir, pengalihan air sungai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkab Trenggalek setelah banjir memutus saluran irigasi yang mengairi 240 hektare sawah di lima desa. Yakni Gayam, Nglebeng, Panggul, Kertosono, dan Wonocoyo.
Khofifah berharap sistem pipanisasi dan bronjong yang telah dibangun mampu meningkatkan produktifitas petani, mengurangi risiko banjir dan mencegah air meluap ke permukiman dan jalan raya.
“Air itu kehidupan. Jadi artinya ini menjadi penumbuh kesejahteraan masyarakat terutama petani dimana Pak Bupati juga menyampaikan kalau dulu sekali panen sekarang bisa sampai tiga kali panen,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan terima kasih atas langkah cepat Pemprov Jatim.
Ia menyebut banjir yang kerap terjadi sebelumnya merusak irigasi dan membuat petani tidak bisa berproduksi optimal.
“Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah ini gerak cepat dari provinsi dimana dengan anggaran yang tidak sedikit, manfaatnya jauh lebih tidak sedikit,” ucapnya.
Bupati Arifin menambahkan bahwa kondisi geografis Trenggalek yang 70 persen merupakan kawasan perbukitan membuat lahan pertanian datar sangat terbatas, sehingga keberadaan pembangunan tanggul bronjong dan pipanisasi saluran irigasi ini menjadi solusi vital bagi para petani.
“Kami selalu senang saat berdiskusi dengan Ibu Gubernur karena tidak hanya fokus pada pertanian semata tapi juga yang agro ekologikal atau pertanian yang berbasi ekologi,” pungkasnya.
(Editor Aro)
#Infrastruktur
#Pembangunan Infrastruktur
#Pembangunan tanggul
#Sungai gedangan Trenggalek
#Trenggalek



Berita Terkait

Skema Hapus Utang& Kredit Bunga Nol Persen bagi UMKM Terdampak Bencana
Bisnis.Sabtu, 17 Januari 2026

Ketua MPR Fasilitasi Pertemuan Kepala Daerah di Jatim dengan Menteri
Headlines.Selasa, 6 Mei 2025

Pemkot Surabaya Gelar Pameran ‘Pesona Batik Surabaya 2024’
Headlines.Jumat, 20 September 2024

Kop Des Merah Putih: 600 Gapoktan NTT Jadi Pelopor Kop Des Merah Putih
Ekbis.Minggu, 9 Maret 2025

