siginews

Peringati Pertempuran TRIP Malang, Khofifah: Senjata Kita Kini IT!

Reporter : Anggoro

Headlines

Minggu, 2 Agustus 2026

Waktu baca 2 menit

Peringati Pertempuran TRIP Malang, Khofifah: Senjata Kita Kini IT!

Siginews.com-Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda menjadikan semangat juang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman modern. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Upacara Ziarah dan Tabur Bunga Peringatan Hari Peristiwa Pertempuran 31 Juli 1947 di Monumen Pahlawan TRIP, Kota Malang, Jumat (31/7/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut digelar untuk mengenang 79 tahun perjuangan para Pelajar Pejuang TRIP dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Ketua Umum Pengurus Pusat Paguyuban Mas TRIP Jawa Timur yang juga Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Dalam sambutannya, Khofifah menguraikan bagaimana para pelajar setingkat SMP dan SMA pada 1947 silam rela meninggalkan bangku sekolah demi mengangkat senjata melawan agresi militer Belanda.

“Fragmennya sederhana dan pendek. Tapi pesannya, kebayang nggak sih anak-anak SMP-SMA berjuang saat itu mempertahankan kemerdekaan di mana kita baru dua tahun merdeka, Belanda datang lagi. Dan mereka berjuang dengan menggunakan senjata apa adanya yang memungkinkan akses,” ujar Khofifah di lokasi acara, Jumat (31/7/2026).

Menurut Khofifah, bentuk perjuangan setiap generasi memang terus berubah seiring zaman. Jika generasi 1945 berjuang lewat fisik dan senapan, maka generasi masa kini dihadapkan pada ancaman disrupsi teknologi, kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga krisis lingkungan.

“Sekarang senjata kita adalah IT, persatuan dan kesatuan serta kualitas SDM. Senjata kita adalah ilmu pengetahuan, kesatuan, kebersamaan, dan kegotongroyongan,” tegasnya.

Khofifah yang juga bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina Kehormatan Paguyuban Mas TRIP Jawa Timur menambahkan bahwa makna kepahlawanan era modern tidak lagi identik dengan angkat senjata, melainkan lewat karya, integritas, dan penguasaan teknologi.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

“Jangan pernah merasa terlalu muda untuk mengambil peran. Para Pelajar Pejuang TRIP telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencintai, membela, dan memberikan karya terbaik bagi Indonesia,” pesannya kepada para pelajar dan mahasiswa yang hadir.

Peringatan Hari Peristiwa Pertempuran 31 Juli 1947 di Monumen Pahlawan TRIP, Kota Malang (Foto: dok. Biro adm pimpinan)

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Paguyuban Mas TRIP Jawa Timur, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa peringatan peristiwa bersejarah 31 Juli bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan sarana penting menumbuhkan kesadaran sejarah generasi penerus.

“Kita tentu ingin memberikan contoh yang baik buat anak-anak sekaligus menyadarkan mereka betapa besarnya potensi negara kita sehingga harus terus kita jaga. Ini sarana untuk menimbulkan kesadaran bahwa orang tua kita pernah menjadi bagian dari Merah Putih ini,” pungkas Destry.

 

(Editor Aro)

#Gubernur Khofifah

#Jawa Timur

#Malang

#Monumen pahlawan TRIP

#Paguyuban Mas TRIP Jawa Timur

#Peringatan pertempuran TRIP

#Tabur bunga

#Tentara Republik Indonesia Pelajar

#Ziarah

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.