Reporter : Editor 01
Headlines
Senin, 31 Agustus 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jombang – Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026–2031, KH Miftachul Akhyar, menegaskan pentingnya orientasi ibadah dalam setiap langkah pembangunan dan tata kelola jam’iyyah. Menurutnya, tugas manusia sebagai pengelola bumi harus dibingkai dengan niat tulus untuk melahirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat.
Pesan mendalam tersebut disampaikan Kiai Miftach dalam pidato penutupan Muktamar Ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Hasbullah Sa’id, Kompleks PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Sebagaimana diketahui, Kiai Miftach kembali dipercaya menduduki kepemimpinan tertinggi PBNU secara mufakat melalui musyawarah sembilan kiai sepuh anggota Ahlu Halli wal Aqli (AHWA). Dalam kepengurusan abad kedua NU ini, Kiai Miftach didampingi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU.
“Kekhilafahan dalam mengurus bumi dan menyejahterakan rakyat secara keseluruhan—tanpa pandang bulu—harus bernilai ibadah. Jangan sampai kita melangkah atau membangun dengan megah tanpa menghadirkan nilai ibadah di dalamnya,” tegas Kiai Miftach.
Ingatkan Tugas Pemakmuran Bumi dan Peran Pemimpin
Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut menguraikan kewajiban imaratul ardh atau memakmurkan bumi. Menurutnya, hal ini mencakup pelestarian lingkungan hidup dan pengerahan seluruh daya demi menjaga keseimbangan alam.
“Untuk memakmurkan bumi, kita mengerahkan seluruh tenaga, kemampuan, dan pengalaman guna melahirkan kemaslahatan bagi umat. Hal itu termasuk menghijaukan kembali sawah ladang serta gunung-gunung yang sudah gundul,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Kiai Miftach juga menyoroti tanggung jawab kepemimpinan di tingkat nasional. Ia menyebut amanah kepala negara merupakan instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Menjadi presiden pun merupakan salah satu bentuk tugas memakmurkan bumi. Rakyat dan anak bangsa baru bisa merasakan kesejahteraan jika pemimpinnya mengerahkan segenap pikiran untuk memajukan dan memakmurkan mereka,” kata Rais ‘Aam PBNU tersebut.
Fokus Abad Kedua NU: Ekonomi Ulama, Pendidikan, dan Kesehatan
Menyongsong langkah PBNU di awal abad kedua Nahdlatul Ulama, Kiai Miftach menekankan pentingnya penguatan kemandirian ulama serta peningkatan kualitas layanan dasar bagi warga nahdliyin, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Program-program di awal abad kedua ini diarahkan agar ulama sejahtera secara ekonomi, serta semakin kuat di bidang pendidikan dan kesehatan. Semuanya dilakukan lillahi ta’ala demi kemanfaatan bersama dan menjadi medan kebaikan,” pungkasnya.
Penutupan Muktamar Ke-35 NU ini menjadi tonggak awal kepengurusan baru PBNU dalam menyelaraskan khidmah keagamaan dan kebangsaan demi kemaslahatan umat serta kemajuan bangsa Indonesia.
Editor Aro
#Jawa Timur
#Jombang
#KH Miftachul Akhyar
#KH Miftachul Akhyar terpilih jadi Rais 'Aam PBNU
#Miftachul Akhyar
#Muktamar NU ke-35
#NU
#PBNU
#Rais 'Aam PBNU




Hukrim.Sabtu, 24 Mei 2025

Headlines.Minggu, 15 September 2024

Hukrim.Senin, 2 September 2024

Headlines.Rabu, 19 Agustus 2026