Reporter : Sigit P
Bisnis
Sabtu, 11 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan lima bendungan baru yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Acara peresmian infrastruktur pengairan raksasa ini dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proyek-proyek infrastruktur krusial tersebut yang telah menelan biaya, waktu, dan sumber daya yang tidak sedikit.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya dalam mengelola pembangunan bangsa.
“Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia,” tutup Presiden Prabowo.
Sementara, dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proses pengerjaan kelima bendungan ini memakan waktu satu dekade, yakni dibangun dalam rentang tahun 2015 hingga 2025. Menurut Dody, selesainya megaproyek ini bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan membangun fondasi kedaulatan bangsa.
“Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” lapor Menteri PU kepada Presiden Prabowo.
Kelima bendungan strategis tersebut dibangun dengan total nilai kontrak yang fantastis, yakni mencapai Rp 9,79 triliun. Pembangunan infrastruktur pengairan ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan air nasional.
Adapun rincian kelima bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo meliputi:
– Bendungan Meninting (Lombok Barat, NTB): Kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik, luas genangan 46,16 hektare.
– Bendungan Keureuto (Aceh Utara, Aceh): Kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik, luas genangan 896,39 hektare.
– Bendungan Rukoh (Pidie, Aceh): Kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik, luas genangan 700 hektare.
– Bendungan Jlantah (Karanganyar, Jawa Tengah): Kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik, luas genangan 50 hektare.
– Bendungan Sidan (Gianyar, Bali): Kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik, luas genangan 37,15 hektare.
Secara umum, kelima bendungan ini mengemban empat fungsi utama sekaligus. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mendukung layanan irigasi pertanian seluas 39.540 hektare serta menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan-bendungan ini berfungsi sebagai pengendali banjir di daerah hilir serta penyuplai energi terbarukan.
(Editor Aro)
#Infrastruktur
#Lombok Barat
#Peresmian bendungan
#Presiden Prabowo




Ekbis.Minggu, 9 Maret 2025

Ekbis.Rabu, 5 Maret 2025

Daerah.Senin, 13 Oktober 2025

Headlines.Senin, 21 Oktober 2024