Prof. Abdul Halim Soebahar Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua MUI Jatim
Reporter : Editor 01
Headlines
Selasa, 14 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030. Prosesi pengukuhan pilihan para ulama ini digelar langsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/7/2026).
Kiai Abdul Halim Soebahar resmi menahkodai MUI Jatim menggantikan posisi KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. Agenda sakral ini juga dirangkaikan dengan Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jatim Tahun 2026.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar pada kepengurusan yang baru. Sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) dinilai menjadi modal sosial krusial bagi stabilitas daerah.
“Kami meyakini, di bawah kepemimpinan yang baru, MUI Jatim akan terus menjadi pilar penyejuk, pembimbing, sekaligus benteng moral bagi masyarakat Jawa Timur yang berkarakter, religius, moderat, dan majemuk,” ujar Khofifah.
Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti tantangan sosial kemasyarakatan mulai dari maraknya judi online (judol), sebaran hoaks, penyalahgunaan media sosial, hingga disrupsi kecerdasan artifisial (AI). Dampak destruktif ini bahkan sudah menyasar anak-anak dan generasi muda.
Guna membentengi moral masyarakat, Khofifah yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jatim ini mendorong para pengurus untuk mulai menggeser ruang dakwah konvensional ke platform digital. Terlebih, data menunjukkan lebih dari 60 persen masyarakat kini mencari referensi keagamaan lewat media digital.

MUI Jatim pun diminta aktif melibatkan para dai muda yang adaptif teknologi agar konten dakwah yang santun, moderat, dan jelas sanad keilmuannya bisa menguasai jagat maya sebagai penyeimbang konten negatif.
“Platform digital ini akan menjadi titik bagaimana MUI untuk bisa mendiseminasikan berbagai pikiran-pikiran strategis, menyejahterakan kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan mental bagi masyarakat lebih luas,” tegas Khofifah.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum MUI Jatim terpilih, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, menegaskan kesiapannya dalam membangun kolaborasi horizontal maupun vertikal dengan jajaran pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.
Kiai Abdul Halim menyebut, struktur baru MUI Jatim saat ini diperkuat oleh 23 badan, komisi, dan lembaga yang diisi oleh tenaga profesional di bidangnya masing-masing.
Terkait desakan dakwah digital, dirinya memastikan bahwa MUI Jatim telah menyiapkan infrastruktur platform digital sebagai langkah antisipatif dan solutif meredam penyakit sosial akibat dampak negatif media sosial.
“MUI sudah menyiapkan itu sebenarnya. Jadi tempo hari, kira-kira dua minggu yang lalu, kita sudah lakukan audiensi dan itu banyak sekali masukan bahwa di masyarakat kita sudah banyak terjadi patologi sosial,” pungkas Kiai Abdul Halim.
(Editor Aro)
#Gubernur Khofifah
#Jawa Timur
#Majelis Ulama Indonesia
#MUI
#MUI jatim
#Pengukuhan MUI jatim
#Prof. Abdul Halim Soebahar
#Surabaya



Berita Terkait

Indonesia dan Uni Eropa Sepakati CEPA Setelah 10 Tahun Negosiasi
Ekbis.Selasa, 15 Juli 2025

Balita 4 Tahun di Jombang Ditemukan Meninggal Usai Tersambar Petir
Headlines.Rabu, 15 Januari 2025

Ingin Tahu Kartini Masa Kini? Ibu ini Selamatkan Bumi dengan Karyanya
Featured.Senin, 21 April 2025

Sidang Dana Hibah Panas! Nyanyian Almarhum Kusnadi & Bantahan Khofifah
Headlines.Kamis, 12 Februari 2026

