siginews

Rapat Pleno PBNU: Gus Yahya Ketum Lagi, Muktamar Digelar Agustus 2026

Reporter : Editor 01

Headlines

Jumat, 30 Januari 2026

Waktu baca 2 menit

Rapat Pleno PBNU: Gus Yahya Ketum Lagi, Muktamar Digelar Agustus 2026

Siginews.com-Jakarta – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi berakhir dengan kesepakatan islah.

Melalui Rapat Pleno yang digelar secara hybrid di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (29/1/2026), diputuskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) kembali menjabat sebagai Ketua Umum PBNU secara penuh.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dan pengukuhan atas hasil Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Desember 2025 lalu.

Katib Aam PBNU, KH Akhmad Said Asrori, mengonfirmasi bahwa kepemimpinan PBNU kini telah dipulihkan ke formasi awal sesuai amanat Muktamar ke-34 di Lampung.

“Betul. Kepemimpinan PBNU kembali ke formasi awal sebagaimana Keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung,” kata Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Seiring dengan keputusan tersebut, KH Zulfa Mustofa yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum resmi mengembalikan mandatnya dalam rapat tersebut.

“Dengan pengukuhan ini, PBNU menyatakan bahwa proses islah telah tuntas dan selesai secara organisatoris,” tegas Kiai Said Asrori.

Selain pemulihan struktur pimpinan, Rapat Pleno yang dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ini juga menetapkan agenda besar organisasi.

PBNU berencana menyelenggarakan Muktamar ke-35 NU pada Juli atau Agustus 2026 mendatang.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Sebelum menuju puncak Muktamar, PBNU akan terlebih dahulu menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama.

Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari tahapan konstitusional organisasi yang wajib dipenuhi sebelum pergantian kepemimpinan periode berikutnya.

Sebagai bagian dari pembersihan internal pasca-islah, PBNU juga memutuskan untuk meninjau kembali sejumlah Surat Keputusan (SK) organisasi yang dianggap cacat administrasi atau diterbitkan tanpa tanda tangan struktural yang lengkap.

Fokus utama ke depan adalah perbaikan tata kelola, baik dari sisi administrasi maupun keuangan, dengan mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.

Kiai Said Asrori mengajak seluruh warga Nahdliyin dan jajaran pengurus di semua tingkatan untuk mengakhiri perdebatan internal dan kembali fokus pada khidmah jam’iyah, terutama dalam penguatan program strategis di bidang keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Rapat penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya Rais PBNU H Mohammad Nuh, Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bendahara Umum H Gudfan Arif, serta pimpinan badan otonom seperti Muslimat NU dan IPPNU.

 

(Editor Aro)

#Gus Ipul

#Gus Yahya

#Gus Yahya jadi Ketua lagi

#Hasil rapat pleno PBNU

#Islah PBNU

#KH Akhmad Said Asrori

#Lirboyo

#PBNU

#Polemik PBNU

#Rapat pleno PBNU

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.