Sidak Pasar Pon Jombang:Anggota DPR Stok Harga Beras Jelang Idulfitri
Reporter : Redaksi
Ekbis
Rabu, 11 Maret 2026
Waktu baca 4 menit

Siginews.com-Jombang – Menjelang Hari Raya Idulfitri, ketersediaan bahan pokok di wilayah Jombang dan Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati usai melakukan inspeksi mendadak ke gudang milik Perum Bulog di Mojongapit, Kabupaten Jombang, Senin (9/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu meninjau langsung kondisi cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog serta proses penyerapan gabah dari petani.
Menurutnya, stok beras yang tersedia di gudang Bulog Mojongapit mencapai sekitar 65 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Stok di Bulog sekitar 65 ribu ton. Jumlah itu aman hingga tahun depan, apalagi nanti masih ada tambahan dari panen raya tahun ini,” ujar Sadarestuwati dalam pesan yang diterima wartawan, Selasa (10/3/2026).
Selain mengecek cadangan beras, ia juga menyoroti rencana pengadaan gabah baru pada tahun 2026. Saat ini, Bulog tengah menyiapkan penyerapan sekitar 25 ribu ton gabah hasil panen petani.
Sadarestuwati juga menepis anggapan sebagian masyarakat yang menilai beras Bulog memiliki kualitas rendah. Menurutnya, setelah melihat langsung di lapangan, beras yang beredar di pasar-pasar dari Bulog masih sangat layak dikonsumsi karena berasal dari pengadaan beras lokal tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Karena itu, ia berharap Bulog terus menjalankan fungsinya menyerap gabah petani sekaligus menyalurkan beras ke pasar agar harga tetap terkendali.
“Bulog harus terus menjalankan fungsi ini, mulai dari menyerap gabah petani, mengolahnya menjadi beras, hingga menyalurkannya ke pasar agar harga tetap stabil,” katanya.
Usai meninjau gudang Bulog, Sadarestuwati melanjutkan sidak ke Pasar Pon Jombang untuk memantau harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang.
Di pasar tersebut, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp57 ribu hingga Rp58 ribu per kemasan lima kilogram, atau sekitar Rp11.500 hingga Rp11.600 per kilogram. Harga tersebut masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Ia juga memastikan harga minyak goreng merek Minyak Kita yang didistribusikan melalui Bulog dijual sesuai dengan ketentuan harga resmi. Menurutnya, keberadaan beras SPHP justru membantu pedagang dan masyarakat karena harganya dianggap masih terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Para pedagang juga senang menjual beras SPHP karena harganya masih sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat saat ini. Karena ekonomi kita memang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Sadarestuwati berharap Bulog terus menjaga peran strategisnya dalam menstabilkan harga pangan agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memainkan harga bahan pokok menjelang hari raya.
“Sidak ini juga untuk memastikan kebutuhan pokok di pasar tradisional tetap tersedia. Jangan sampai menjelang hari raya harga tiba-tiba melonjak dan memberatkan masyarakat,” katanya.
Selain beras dan minyak goreng, Sadarestuwati juga mendorong Bulog agar ke depan ikut berperan dalam pengadaan dan distribusi gula. Menurutnya, gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang harus dijaga ketersediaan dan stabilitas harganya.
Ia berharap Bulog dapat menyiapkan cadangan gula serta melakukan operasi pasar jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga.
“Gula juga termasuk sembako. Saya berharap Bulog bisa ikut membeli dan menyalurkan gula agar harganya lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Sugeng Hardono, memastikan stok beras di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan beras Bulog di provinsi tersebut tercatat mencapai sekitar 999 ribu ton.
“Kami memastikan dan yakin stok cukup hingga tahun depan. Saat ini cadangan beras di Jawa Timur mencapai sekitar 999 ribu ton,” ujarnya.
Sugeng menambahkan bahwa Bulog terus menjaga stabilitas harga melalui distribusi beras SPHP serta minyak goreng Minyak Kita ke pasar-pasar. Ia juga menegaskan pihaknya akan menindak pedagang yang menjual komoditas tersebut melebihi harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jika ditemukan pedagang menjual beras SPHP atau Minyak Kita di atas HET, kami akan mendatangi bersama Satgas Pangan untuk memberikan peringatan supaya tidak dilakukan kembali atas pelanggaran-pelanggaran yang ada,” pungkasnya.
(Pray/Editor Aro)
#Bulog
#Hari Raya Idulfitri
#Jawa Timur
#Jombang
#Pasokan Beras
#Sadarestuwati
#Sidak
#Stok Beras



Berita Terkait

Warga Jombang Laporkan Penculikan Bermotif Utang ke Polres
Hukrim.Kamis, 30 Oktober 2025

Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jatim
Headlines.Senin, 14 April 2025
Kopdes Merah Putih Malang Diresmikan, Wamen: Siap Gerakkan Desa
Ekbis.Rabu, 30 April 2025

SIG Pasok Beton Siap Pakai di Proyek Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino
Daerah.Jumat, 26 Juli 2024

