Simak Cara Aman Merawat Bulu Ketiak Tanpa Iritasi
Reporter : Redaksi
Lifestyle
Kamis, 12 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Lifestyle – Bulu ketiak sering dianggap sepele, padahal kebersihannya berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan.
Hingga kini, masih banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya lebih baik dicabut atau dicukur?
Bagaimana dari sisi medis? Atau bagaimana menurut sunnah dalam Islam?
Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Secara alami, bulu ketiak berfungsi melindungi kulit dari gesekan dan membantu mengatur kelembapan.
Namun, area ketiak juga termasuk area lembap yang mudah berkeringat.
Jika tidak dirawat, keringat dan bakteri bisa menimbulkan bau badan, iritasi, bahkan infeksi kulit.
Karena itu, menjaga kebersihan ketiak bukan sekadar urusan estetika, tetapi juga kesehatan.
Secara medis, mencukur bulu ketiak memiliki manfaat:
1. Cepat dan praktis,
2. Minim rasa sakit,
3. Risiko infeksi relatif kecil jika alat bersih, dan
4. Cocok untuk kulit sensitif.
Namun, tentu juga memiliki kekurangan, seperti membuat bulu tumbuh lebih cepat (karena akar tidak diangkat), bisa menyebabkan iritasi atau razor burn jika teknik salah, dan risiko luka kecil bila tidak hati-hati.
Secara medis, mencukur termasuk metode yang aman selama menggunakan alat cukur bersih, tidak berbagi pisau cukur, menggunakan sabun atau shaving gel, dan menghindari mencukur saat kulit sedang luka atau meradang.
Sementara mencabut bulu ketiak, memiliki manfaat:
1. Hasil lebih bersih,
2. Bulu tumbuh lebih lama karena akar tercabut, dan
3. Area terasa lebih halus
Mencabut pun tetap memiliki kekurangan, seperti lebih nyeri, berisiko menyebabkan folikulitis (radang folikel rambut), dan bisa memicu rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair).
Dari sisi medis, mencabut boleh dilakukan, tetapi perlu menjaga kebersihan tangan dan alat (jika menggunakan pinset), serta memastikan kulit tidak sedang iritasi.
Keduanya sama-sama boleh dan aman, selama dilakukan dengan benar dan higienis ya.
Namun, yang perlu diperhatikan, yaitu jika Anda memiliki kulit sensitif, mencukur lebih disarankan. Jika ingin hasil lebih tahan lama, mencabut bisa menjadi pilihan.
Intinya bukan pada metodenya, tetapi pada kebersihan dan cara melakukannya.
Selanjutnya, berikut tips merawat bulu ketiak:
1. Jangan berbagi alat cukur dengan orang lain,
2. Bersihkan area sebelum dan sesudah mencukur/mencabut,
3. Gunakan pelembap ringan jika kulit kering,
4. Hindari deodoran berbahan keras setelah mencukur, dan
5. Jangan menunggu lebih dari 40 hari untuk membersihkannya.
Jadi, Anda akan memilih mencabut atau mencukur?
Ingat, keduanya boleh ya, selama dilakukan dengan cara yang baik, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh Anda.
Karena pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar caranya, tetapi niat menjaga kebersihan sebagai bagian dari kesehatan.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Bau badan
#Bulu Ketiak
#Hidup sehat
#Perawatan Ketiak
#Perawatan Tubuh
#Tips Kesehatan



Berita Terkait

Efek Kurang Konsumsi Serat pada Sistem Pencernaan
Lifestyle.Kamis, 9 Oktober 2025

Peringatan Hari Anak Sedunia Soroti 5 Soal yang Mengancam Jutaan Anak
Headlines.Kamis, 20 November 2025

Pelayanan Paspor di Imigrasi Tanjung Perak Sumbang PNBP Rp 53,8 M
Headlines.Rabu, 24 Desember 2025

Abadikan Ingatan, Ludruk Cak Kartolo Jadi Bacaan Siswa di Surabaya
Headlines.Rabu, 14 Januari 2026

