Siswa Tak Hafal Pancasila: LaNyalla Ingatkan Bahaya Liberalisme
Reporter : Anggoro
Headlines
Rabu, 11 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan peringatan keras terkait kian memprihatinkannya pemahaman generasi muda terhadap Pancasila.
Ia menilai, maraknya fenomena siswa yang tidak hafal ideologi negara serta gempuran nilai-nilai asing di ruang digital menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa.
“Yang membuat miris adalah ada beberapa siswa yang tidak hafal Pancasila,” ujar LaNyalla dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR bertajuk “Pancasila Sebagai Navigasi Generasi Muda” yang digelar di Surabaya, Selasa (10/2/2026).
LaNyalla menyoroti fenomena di media sosial yang menunjukkan masih adanya siswa sekolah yang tidak mampu menyebutkan sila-sila Pancasila secara lengkap.
“Fenomena banyaknya generasi muda yang tidak memahami, bahkan tidak hafal Pancasila, adalah warning atau alarm bagi bangsa,” tegasnya.
Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh data survei Setara Institute (Mei 2023) yang menyebutkan 83,3 persen siswa SMA di lima kota besar menganggap Pancasila bukan ideologi permanen dan bisa diganti.
Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya kesenjangan antara teks Pancasila dengan realitas sosial, seperti korupsi dan ketimpangan ekonomi, serta cara penyampaian yang terlalu teoritis.
Ancaman Liberalisme dan Hedonisme Mantan Ketua DPD RI ini menyebutkan bahwa paparan ideologi global melalui media sosial turut mengikis kecintaan terhadap Pancasila. Generasi muda kini sangat rentan terpapar paham liberalisme, hedonisme, hingga paham keagamaan ekstrem yang menawarkan solusi instan.
“Pancasila itu ibarat ‘Google Map’ atau navigasi kehidupan berbangsa. Tanpa pemahaman yang kokoh, anak muda akan mudah tersesat di tengah arus informasi,” ujar LaNyalla.
Ia menekankan bahwa pengamalan Pancasila tidak harus melalui jalur politik, melainkan lewat tindakan sehari-hari seperti menjadi pengguna media sosial yang berakal sehat.
“Jadilah generasi yang cerdas secara digital, tapi juga kokoh secara moral,” tambahnya.
Batas Benar dan Salah Kian Kabur Pandangan senada disampaikan Sekretaris Jenderal DPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim.
Ia menilai media sosial telah membuat batas antara hal yang benar dan salah menjadi kabur atau “abu-abu” bagi generasi muda.
“Banyak pengguna media sosial berhenti pada informasi yang dibaca sekilas tanpa pengecekan lanjutan. Akibatnya, mereka langsung berhadapan dengan nilai-nilai baru tanpa bekal pemahaman yang memadai,” jelas Agus Muslim.
Ia menyepakati bahwa tantangan generasi saat ini jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi harga mati agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan dan kembali menjadikan Pancasila sebagai navigasi utama kehidupan.
(Editor Aro)
#Bahaya liberalisme
#dpd ri
#Gen-Z
#Ideologi Bangsa
#Jawa Timur
#Lanyalla
#LaNyalla Mattalitti
#MPR RI
#Pancasila
#Pemuda Pancasila
#PP Jatim
#Surabaya



Berita Terkait

Stok Pangan Surabaya Aman! Cuma Cabai Rawit yang Meroket Jelang Nataru
Bisnis.Senin, 15 Desember 2025

Lapangan Mewah Tak Bisa Main Bola, Ke Mana Rp700 Juta di Kepuh Kajang?
Jawa Timur.Minggu, 8 Juni 2025

Pemkot Surabaya Terbitkan SE Penggunaan Hak Pilih 27 November 2024
Headlines.Jumat, 22 November 2024

Pemkab Jombang Atur Ulang Belanja Akibat Defisit Anggaran,Ini Fokusnya
Ekonomi.Rabu, 1 Oktober 2025

