Surabaya Alami Deflasi: Baik Bagi Kantong tapi Waspada Inflasi Ramadan
Reporter : Anggoro
Bisnis
Kamis, 5 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Awal tahun 2026 membawa angin segar bagi kantong warga Kota Surabaya. Berdasarkan data terbaru, Kota Pahlawan mengalami deflasi sebesar -0,16 persen secara Month to Month (m-to-m) pada Januari 2026.
Penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan utama menjadi faktor kunci yang meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengingatkan warga untuk tidak lengah. Pasalnya, tantangan inflasi musiman diprediksi akan meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengungkapkan Penyumbang Deflasi antara lain, angkutan udara (-0,10%), cabai rawit (-0,09%), daging ayam ras (-0,08%), bawang merah (-0,06%), dan cabai merah (-0,04%).
Sebaliknya, penyumbang Inflasi harga emas perhiasan justru melonjak dengan andil inflasi 0,19%, disusul nasi dengan lauk (0,03%) dan barang elektronik seperti laptop (0,01%).
“Meskipun terjadi deflasi di awal tahun, kami tetap waspada dan melakukan berbagai upaya strategis untuk menekan inflasi, terutama menjelang Ramadan,” ujar Vykka, Rabu (4/2/2026).
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemkot Surabaya melakukan intervensi pasar dengan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan sidak pasar & distributor.
Bekerja sama dengan Perum Bulog dan pihak swasta, program ini akan menyediakan komoditas mulai dari beras premium, gula, minyak goreng, hingga aneka daging dan cabai dengan harga terjangkau.
Imbauan: Belanja Bijak & Urban Farming
Vykka menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga stabilitas ekonomi kota. Warga diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau aksi borong berlebihan menjelang hari besar keagamaan.
“Belanjalah secara bijak sesuai kebutuhan. Kami pastikan ketersediaan bahan pokok di Surabaya masih sangat mencukupi,” tegasnya.
Selain belanja di Kios TPID yang tersebar di lima pasar utama (Genteng Baru, Tambahrejo, Karah, Gubeng Masjid, dan Balongsari), warga juga disarankan mengoptimalkan urban farming.
(Editor Aro)
#Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya
#Bulan Ramadan
#Deflasi
#Inflasi
#Jawa Timur
#Pemkot Surabaya
#Penurunan harga
#Surabaya



Berita Terkait

Gelisah dengan Tarif Trump, PM Tiongkok Serukan Tolak Proteksionisme
Bisnis.Selasa, 28 Oktober 2025

PPN 12 Persen Hanya Berlaku Khusus Barang dan Jasa Mewah
Ekbis.Rabu, 1 Januari 2025

Film Horor Bioskop Surabaya Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya
Headlines.Selasa, 9 September 2025

Dirjen HAM : KUHP Baru Mengenai Kohabitasi dalam Hak Asasi Manusia
Headlines.Minggu, 28 Juli 2024

