Surabaya Tuan Rumah Peringatan KAA, Eri: Kota Ini Simbol Nasionalisme
Reporter : Editor 01
Headlines
Sabtu, 1 November 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Surabaya menjadi momentum bagi Wali Kota Eri Cahyadi untuk menyoroti visi sang Proklamator.
Di hadapan delegasi 17 negara di Balai Kota, Kamis (30/10/2025) malam, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa hubungan Presiden Soekarno dengan KAA sangat mendalam; beliau menggagas konferensi tersebut sebagai upaya tegas untuk memerangi imperialisme dan kolonialisme serta menyatukan negara-negara baru merdeka.
Wali Kota Eri menambahkan, tidak heran Soekarno memiliki pandangan tersebut, sebab Surabaya, kota kelahirannya, telah menjadi simbol nasionalisme yang kuat membentuk karakter Soekarno.
“Beliau memandang Konferensi tersebut, sebagai cara untuk memerangi imperialisme dan kolonialisme yang sedang berlangsung, dan untuk menyatukan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka untuk memperjuangkan kedaulatan dan perdamaian dunia,” kata Wali Kota Eri.
Menurut Wali Kota Eri, sosok Soekarno tidak bisa dipisahkan dari Kota Surabaya. Sebab, Surabaya merupakan tempat kelahiran sekaligus menjadi simbol nasionalisme, yang membentuk pemikiran dan karakter sebagai seorang proklamator.
“Surabaya juga merupakan kota tempat ia belajar dengan HOS Tjokroaminoto, yang dikenal sebagai “Raja Tanpa Mahkota Jawa,” yang merupakan tokoh paling berpengaruh baginya. Di masa remajanya di Surabaya, Soekarno mengasah kemampuannya, dan menjadi dekat dengan tokoh-tokoh terkemuka, dari gerakan nasional. Di sinilah, ia menerima bimbingan politik dan bertemu banyak tokoh terkemuka, termasuk anggota Sarekat Islam,” papar Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu.
Oleh karena itu, lanjut Cak Eri, Surabaya menjadi salah satu kota yang tepat untuk merayakan peringatan bersejarah ini dan menjadi bagian rangkaian acara peringatan 70 Tahun KAA.
Dirinya menyebutkan, Surabaya sebagai Kota Pahlawan, tidak hanya menyimpan cerita heroik peristiwa 10 November, akan tetapi juga mewujudkan nilai-nilai keberanian, perjuangan, dan persatuan.
Cak Eri menambahkan, di kesempatan ini ia menyambut baik atas diselenggarakannya peringatan 70 Tahun KAA ini di Kota Surabaya.
Ia berharap, diselenggarakannya peringatan ini bisa menjadi pengingat semangat perjuangan dan menyalakan kembali nilai-nilai KAA untuk memperkuat kolaborasi, memperluas persahabatan, dan memimpin dunia menuju perdamaian dan kemajuan bersama.
Diketahui, 17 kota yang hadir dalam peringatan tersebut diantaranya India, Senegal, Serbia, Prancis, Indonesia, Rusia, Italia, Jerman, Kamerun, Amerika, Malaysia, Tiongkok, Brazil, Kazakhstan, Hongaria, Rumania, dan Polandia. “Saya berharap para tamu yang hadir bisa menikmati suasana Surabaya, kota yang selalu bergerak maju dengan semangat, Membangun Menuju Kota Dunia ke depannya,” pungkasnya.
(Editor Aro)
#Konferensi Asia Afrika
#Nasionalisme
#Peringatan KAA
#Surabaya
#Surabaya Peringatan 70 tahun KAA
#Wali Kota Eri Cahyadi



Berita Terkait

Pesan Kakanwil Kemenag Jatim ke Peserta STQH: Jangan Berpikir Menang
Jawa Timur.Minggu, 12 Oktober 2025

Perihal Penahanan Ijazah Siswa MAN di Jombang, Begini Respon Kemenag
Headlines.Rabu, 19 November 2025

Menkumham Pantau Area Imigrasi Khusus Umrah di Bandara Juanda
Headlines.Sabtu, 28 September 2024

Demo FPDB Tolak Kotak Kosong di Pilkada Banyuwangi Tahun 2024
Banyuwangi.Rabu, 21 Agustus 2024

