Tanpa Sadar Pola Asuh Positif Ini Jadi Negatif, Kenali Ciri-cirinya
Reporter : Redaksi
Lifestyle
Rabu, 26 November 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Parenting – Sebagian besar orang tua melakukan pengasuhan dengan keyakinan bahwa setiap perhatian dan kasih sayang yang diberikan sudah tepat.
Namun, ada batas tipis antara perhatian penuh dan tekanan berlebihan (pressure).
Tahukah Anda, cara yang terasa benar bagi Anda justru dapat berbalik merusak mental dan jiwa anak jika disampaikan dengan metode yang keliru?
Mempelajari pola asuh bukan hanya tentang memberi, tetapi juga memahami cara anak menerima.
Agar hubungan Anda dan anak tetap sehat dan terhindar dari rasa sakit hati, simak poin-poin krusial di bawah ini tentang bagaimana mengelola interaksi agar tidak menjadi beban bagi sang anak.
1. Overcontrolling
Memberikan pengawasan atau memeriksa apa yang dilakukan sang anak memang hal yang baik.
Dengan tujuan agar anak Anda tidak salah dalam bergaul, terbawa arus yang tidak benar, yang tentu berdampak pada masa depannya.
Namun, jika Anda hilang kendali hingga membuat hal baik itu menjadi overcontrolling, bisa menjadi boomerang untuk Anda.
Biarkan anak memilih dan mengambil keputusan sendiri.
Jika ia kurang tepat, Anda baru bisa masuk dan mengingatkannya.
Jangan sampai anak merasa semua hal yang berkaitan dengannya harus sesuai dengan kemauan, kontrol, hingga aturan Anda.
2. Komparasi
Terkadang, pasti ada kalanya Anda membawa nama orang lain untuk memberikan gambaran atau menjadikannya motivasi untuk anak bukan?
Hal ini akan baik-baik saja jika Anda melakukannya dengan benar.
Bukan dengan secara gamblang mengatakan perbedaan antara anak dan orang lain itu.
Karena, hal ini akan membuat anak merasa dirinya tidak pernah cukup untuk Anda.
3. Intimidatif – Pasif Agresif
Anda boleh mengarahkan dan memberikan gambaran akan suatu hal kepada anak.
Namun, hindari memberikan rasa takut, ancaman, paksaan, hingga kekerasan verbal maupun non-verbal pada anak.
Karena hal ini tentu akan merusak jiwa anak Anda.
4. Favoritisme
Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, hindari perilaku pilih kasih.
Baik itu perihal gender maupun posisi anak.
Berikan perilaku yang sama terhadap anak-anak Anda.
Coba sadari mulai sekarang, apakah Anda menerapkan pola asuh di atas?
Jika iya, mulailah untuk mengubahnya perlahan, karena anak Anda menantinya.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Edukasi
#Parenting
#Pendidikan
#Pola Asuh



Berita Terkait

Puluhan Koperasi Belum Lulus Uji Kelayakan, Ini Sikap Diskop UKM Jatim
Ekbis.Selasa, 31 Desember 2024

Film ‘Tinggal Meninggal’: Dark Comedy Terbaru Mulai 1 Januari 2026
Lifestyle.Jumat, 2 Januari 2026

Jakarta Jadi Saksi Sejarah Pelantikan Pengurus IKA Unpad 2024-2028
Headlines.Senin, 10 Februari 2025

Wali Murid Laporkan Dugaan Pungli di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang
Headlines.Selasa, 20 Januari 2026

