Wali Murid Laporkan Dugaan Pungli di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang
Reporter : Redaksi
Headlines
Selasa, 20 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jombang – Sejumlah wali murid SMA Negeri (SMAN) Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, melaporkan adanya sejumlah pungutan yang mereka anggap memberatkan dan tidak transparan.
Keluhan tersebut menyangkut berbagai pembayaran, mulai dari infak bulanan dengan nominal tetap, uang gedung berjangka, biaya seragam, hingga iuran ekstrakurikuler.
Menurut pengaduan salah satu wali murid yang diwawancarai pada Selasa (20/1/2026), terdapat sejumlah ketidakjelasan dan ketidakadilan dalam penerapan aturan pembayaran.
Wali murid tersebut menyebut adanya uang gedung sekitar Rp2,3 juta yang dicicil hingga kelas XII dan harus lunas sebelum kelulusan. Selain itu, terdapat infak bulanan wajib sebesar Rp165.000 per siswa.
“Kalau namanya infak seharusnya sukarela, tapi nominalnya justru ditetapkan. Ini sudah bukan infak lagi,” ujarnya.
Yang turut disoroti adalah perbedaan perlakuan antarangkatan. Wali murid mengaku mendapatkan informasi bahwa siswa angkatan lebih muda (kelas X) tidak lagi dikenai uang gedung dan pembayaran infak bersifat lebih fleksibel.
Sementara, anaknya yang kini duduk di kelas XI masih terbebani kedua biaya tersebut.
“Anak saya bayar penuh, adik kelasnya tidak. Ini jadi tidak adil,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa tunggakan pembayaran dapat mengakibatkan penahanan ijazah saat kelulusan.
Beberapa wali murid lainnya mengaku memiliki tunggakan yang menumpuk, salah satunya mencapai sekitar Rp5 juta, yang terdiri dari infak dan uang gedung.
“Sekolah negeri kan harusnya gratis. Kalau bayar, ya semampunya. Ditarik segitu jelas memberatkan,” kata wali murid lain.
Selain itu, wali murid juga mengeluhkan biaya seragam sekolah yang mencapai Rp1,1 juta di awal masuk, serta iuran ekstrakurikuler untuk acara tertentu yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Protes yang disampaikan saat pengambilan rapor Desember 2025 disebut hanya dijanjikan tindak lanjut rapat, namun hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite SMAN Bandarkedungmulyo, Irianto, menegaskan komitmennya agar tidak ada siswa yang putus sekolah karena masalah biaya.
“Yang paling saya tekankan, jangan sampai ada anak yang keluar sekolah karena tidak bisa bayar,” ucap Irianto.
Ia mengklaim telah banyak siswa yang dibebaskan dari seluruh tagihan karena ketidakmampuan ekonomi. Mengenai proses keringanan, Irianto menyatakan bahwa wali murid perlu berikhtiar membayar semampunya terlebih dahulu, dan kebijakan akhir akan dipertimbangkan kemudian. Ia juga membantah tudingan bahwa komite memihak sekolah.
“Kami tetap di tengah. Saya sudah lama jadi komite, dan sejak dulu saya lawan kebijakan yang merugikan siswa,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak redaksi masih menunggu konfirmasi dan klarifikasi resmi dari Kepala SMAN Bandarkedungmulyo terkait seluruh dugaan pungutan tersebut.
(Pray/Editor Aro)
#Kasus pungli
#Pungli sekolah
#SMAN Bandarkedungmulyo Jombang
#Wali murid protes pungli di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang



Berita Terkait

Mantan Bupati Probolinggo akan Hadirkan 1000 Saksi di Persidangan
Daerah.Kamis, 4 Juli 2024

Porprov Jatim 2025 Resmi Dibuka: Targetkan Cetak Atlet Olimpiade
Jawa Timur.Minggu, 29 Juni 2025

Puncak Dua Abad Ponpes Bahrul Ulum Jombang dan Tausiah Gus Miftah
Headlines.Senin, 20 Oktober 2025

DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit di Gedung Dewan, Ada Kirun hingga Tessy
Headlines.Kamis, 13 November 2025

