Traktat RI-Australia: TNI Diberi Posisi dalam Australian Defence Force
Reporter : Editor 01
Headlines
Minggu, 8 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Penandatanganan Traktat Keamanan Bersama Australia menghasilkan salah satunya posisi baru bagi perwira senior Indonesia di dalam struktur Angkatan Pertahanan Australia (Australian Defence Force).
Hal tersebut menandaikan hubungan bilateral antar kedua negara memasuki babak baru yang mendalam.
Penandatanganan perjanjian bersejarah ini dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa tawaran posisi bagi perwira senior Indonesia ini merupakan bagian dari serangkaian inisiatif kerja sama pertahanan baru.
Menurutnya, hal ini mencerminkan ambisi strategis yang makin meningkat dalam kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat dan kepercayaan yang mendalam. Kami menawarkan untuk membentuk posisi baru bagi seorang perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia,” ujar PM Albanese dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Selain penempatan perwira, Australia juga berkomitmen mendukung pengembangan fasilitas pelatihan bersama di Indonesia dan memperluas pertukaran pendidikan militer untuk membangun hubungan erat antar generasi pemimpin militer masa depan.
Sementara, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik traktat ini sebagai pilar penting bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tetap berada dalam koridor kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan prinsip bertetangga baik.
“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk menjaga keamanan nasional masing-masing. Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh mana pun,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa posisi geografis yang berdekatan membuat Indonesia dan Australia “ditakdirkan” untuk hidup berdampingan, sehingga hubungan yang didasari saling percaya menjadi sebuah keharusan.
Kerja sama keamanan yang baru saja diteken ini bukanlah hal instan, melainkan kelanjutan dari sejarah panjang kerja sama pertahanan yang telah terjalin selama 30 tahun. PM Albanese menilai bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian di kawasan adalah dengan bertindak bersama.
(Editor Aro)
#Australia
#Indonesia
#Kerjasama militer
#Penandatanganan traktat
#PM Australia Anthony Albanese
#Presiden Prabowo
#Traktat keamanan Indonesia-Australia



Berita Terkait

Prabowo Janjikan Beasiswa Penuh untuk Calon Dokter dan Tenaga Medis
Headlines.Kamis, 20 November 2025

Kematian TBC di Indonesia Tinggi, Apa Karena DAK Kesehatan Dibekukan?
Headlines.Sabtu, 28 Desember 2024

Pria Tenggelam di Pintu Air Jagir Surabaya
Headlines.Kamis, 30 Januari 2025

Kesepakatan Damai Perang Dagang AS-China: Siapa Untung?
Bisnis.Senin, 3 November 2025

