Reporter : Sigit P
Bisnis
Rabu, 31 Desember 2025
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Jakarta – Ulama terkemuka Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan tantangan nyata kepada Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk segera mewujudkan percontohan (pilot project) ekonomi kerakyatan berbasis rumah ibadah.
Hal ini disampaikan menyusul penandatanganan kerja sama strategis antara Kemenkop dan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Dalam acara yang beragenda refleksi akhir tahun dan doa bersama tersebut, Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa koperasi adalah manifestasi nyata dari semangat ta’awun atau kerja sama kolektif yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.
Ia berharap langkah konkret pemerintah tidak berhenti pada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) saja.
“Koperasi-koperasi khususnya Kopontren yang berkembang pesat selama ini dapat menjadi inspirasi nasional. Saya berharap ke depan ada pilot project ekonomi kerakyatan berbasis masjid yang bisa dimulai dari Jakarta,” ujar Ustadz Adi Hidayat dalam sambutannya.
Masjid sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi
UAH memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang dijalin oleh Menkop Ferry Juliantono dan Utusan Khusus Presiden Setiawan Ichlas selama setahun terakhir.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid dan pesantren adalah cara paling tepat untuk menjaga prinsip gotong royong di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai, kesuksesan Kopontren besar seperti Sidogiri di Jawa Timur dan Al-Ittifaq di Jawa Barat membuktikan bahwa institusi keagamaan mampu bersaing dengan ritel modern swasta.
Tantangan untuk memulai proyek berbasis masjid di Jakarta diharapkan menjadi tonggak kemandirian ekonomi umat di tahun 2026.
Respons Pemerintah: Perangi Pinjol di Desa dan Kota
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa transformasi koperasi memang diarahkan untuk menyentuh basis masyarakat paling bawah, termasuk melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kopontren.
“Presiden ingin agar masyarakat tidak terjebak pada praktik pinjaman online (pinjol) atau rentenir. Karena itu, lembaga keuangan mikro dalam koperasi harus sehat,” tegas Menkop Ferry.
Ferry menambahkan, kerja sama dengan UKP dan tokoh agama akan difokuskan pada penguatan literasi perkoperasian, digitalisasi, serta pembangunan infrastruktur seperti gerai dan gudang.
Tujuannya jelas, agar perputaran uang tetap berada di komunitas desa atau umat, bukan ditarik ke kota besar oleh ritel modern swasta.
Momentum Kemandirian Bangsa
Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan, Setiawan Ichlas, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak sejarah untuk berdikari secara ekonomi.
Ia menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo Subianto atas dukungan para pemuka agama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi jalan untuk memperteguh langkah kita untuk berdikari dan tangguh dalam kemandirian ekonomi,” pungkas Setiawan.
Sinergi antara pemerintah dan tokoh agama ini diharapkan membawa dampak nyata pada tahun 2026, dengan target replikasi praktik bisnis koperasi yang sukses ke wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia.
(Editor Aro)
#Kemenkop
#Koperasi
#Koperasi Masjid
#Koperasi Merah Putih
#Koperasi rumah ibadah
#Menkop Ferry Juliantono
#Utusan Khusus Presiden




Headlines.Minggu, 3 November 2024

Internasional.Minggu, 14 September 2025

Headlines.Selasa, 23 Desember 2025

Headlines.Kamis, 10 Oktober 2024