Wow, Gedung Forensik RS Saiful Anwar Mangkrak Diduga Treble Anggaran
Reporter : Redaksi
Headlines
Senin, 12 Januari 2026
Waktu baca 4 menit

siginews.com-Malang – Anggaran pembangunan proyek Gedung Forensik RS Saiful Anwar (RSSA) Malang diduga menggunakan treble (tiga) dari pos anggaran yang berbeda-beda. Meski demikian, pembangunan gedung forensik rumah sakit milik Pemprov Jatim di Kota Malang itu mangkrak.
Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr. dr. Moch Bachtiar Budianto Sp.B, Subsp.Onk(K), FINACS, FICS, MMRS, saat dikonfirmasi mengenai terjadinya dugaan perbedaan kontrak versi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan versi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jatim Tahun Anggaran 2024, tidak menjawab siapa yang kontrak yang benar.
“Semua data tentang realisasi pembangunan gedung forensik telah dilaporkan sesuai ketentuan,” kata Dr. dr. Moch Bachtiar Budianto melalui surat konfirmasi yang diterima redaksi siginews.com, pada Selasa (6/1/2026).
Setiap proyek selalu menyebutkan asal pendanaannya, untuk provinsi bisa dari DAK (Dana Alokasi Khusus), DAU (Dana Alokasi Umum), PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pajak Rokok, dan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).
Dari informasi yang dihimpun siginews.com, pembangunan Gedung forensik RSSA diduga sumbernya lebih dari dua, dan diduga terjadi kongkalikong atau persengkokolan yang bertujuan tidak baik dibalik proyek ini. Siapakah yang ‘bermain’ pada proyek Gedung Forensik RSSA Malang ini?
https://siginews.com/berita/proyek-gedung-forensik-rs-saiful-anwar-mangkrak-tendernya-bermasalah
Pada Tahun 2022, rumah sakit milik pemerintah mendapat gelontoran dana yang luar biasa besar dari APBN (pemerintah pusat) maupun APBD (pemerintah daerah) bagi rumah sakit yang dimiliki daerah.
Gelontoran dana besar tersebut, berpotensi adanya tindak pidana korupsi. Tidak terkecuali di RSSA Malang. Terutama untuk proyek Pembangunan Gedung Forensik.
Dari penelusuran siginews.com diketahui bahwa, dalam kontrak dengan Nomor 640/13898/102.7/2022 (DBHC-HT) tanggal 8 Juni 2022. Diketahui bahwa pendanaan menggunakan dana dari DBHCHT.
Demikian pula ketika dilihat dari LPSE Provinsi Jawa Timur juga disebutkan bahwa, sumber pendanaannya dari DBHCHT.
Ternyata, masih ada lagi anggaran pembangunan gedung Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, yang sumber dananya menggunakan Pajak Rokok.

Bahwa ada indikasi proyek ini didanai oleh 3 sumber atau dengan kata lain treble anggaran yakni dari Pendapatan BLUD RSSA (PAD Jawa Timur), DBHCHT dan Pajak rokok dengan rincian sebagai berikut :
1. BLUD
1.A. Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor -Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya (Biaya Konstruksi Pembangunan Gedung Forensik & Gedung Sterilisasi Central). Dengan kode 32658948, Pagu Anggaran sebesar Rp.31,5 M.
1.B. Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor -Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya (Biaya Konstruksi Pembangunan Gedung Forensik & Gedung Sterilisasi Central). Dengan kode 33001755, Pagu Anggaran sebesar Rp.31,5 M.
1.C. Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor -Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya (Biaya Konstruksi Pembangunan Gedung Forensik & Gedung Sterilisasi Central). Dengan kode 33328231, Pagu Anggaran sebesar Rp.31,5 M.
2. DBHCHT
Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor -Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya (Biaya Konstruksi Pembangunan Gedung Forensik & Gedung Sterilisasi Central). Dengan kode 31082959, Pagu Anggaran sebesar Rp.31,5 M.
https://siginews.com/berita/ini-kontraktor-proyek-gedung-forensik-rs-saiful-anwar-mangkrak
3. Pajak Rokok
Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor -Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya (Biaya Konstruksi Pembangunan Gedung Forensik & Gedung Sterilisasi Central). Dengan kode 31557058, Pagu Anggaran sebesar Rp.31,5 M
Bahkan untuk pendapatan BLUD atau PAD, terdapat 3 kode yang menegaskan ada 3 sumber. Sehingga bisa dikatakan ada 5 kode pembiayaan untuk proyek tersebut. Sehingga total nilai pagunya sebesar Rp. 157,5 miliar. Namun yang dilelang Pagunya Rp.31,5 miliar.
Dari berbagai perbedaan tersebut, sehingga menimbulkan beragam pertanyaan. Apakah proyek ini salah ketik terkait nilainya? Apakah proyek ini sengaja dibuat multi sumber pendanaannya tapi hanya satu pekerjaan dengan tujuan agar mudah dibuat bancakan? Ataukah ada tujuan lain.

Namun semua terjawab ketika membaca laporan keuangan RSSA Malang Tahun 2024. Dalam laporan ini menyebutkan ada hutang proyek atau proyek dalam pengerjaan yang nilainya diatas Rp.100 miliar.
Andaikata sumber pendanaan hanya satu jenis, maka dalam laporan keuangan Tahun 2024 harusnya dinyatakan hutang proyek atau proyek dalam pekerjaan sebesar Rp.12 miliar saja.
Sementara dilapangan hanya proyek Pembangunan Gedung Forensik yang mangkrak. Lantas mengapa proyek Gedung Forensik masih ada dalam laporan keuangan Tahun 2024, padahal proyek tersebut ditahun 2022?. Karena sedang ada proses hukum di Pengadilan Negeri Sidoarjo yang baru berakhir di Tahun 2025. Pat gulipat ini terjadi jelas menjadi tanggung jawab Direktur RSSA Malang.
“Semua data tentang realisasi pembangunan gedung forensik telah dilapaorkan sesuai ketentuan,” kata Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Moch Bachtiar Budianto.
Sebelumnya, pada Tahun 2022 terdapat Proyek Pembangunan Gedung Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun proyek tersebut yang bernilai miliaran rupiah dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Raja Bangun Karya (PT. RBK) yang beralamat di wilayah Kabupaten Sidoarjo, itu mangkrak.
(wong)
#CV Sentosa Jaya Karya
#CV SJK
#Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
#DBHCHT
#Direktur RSUD Saiful Anwar dr Moch Bachtiar Budianto
#Dirut RSUD Saiful Anwar Malang
#Gedung Forensik RS Saiful Anwar Mangkrak Diduga Treble Anggaran
#Headlines
#headlines banner
#indepth
#Jawa Timur
#kontraktor
#Malang
#Pajak Rokok
#pilihan redaksi
#Proyek Gedung Forensik RS Saiful Anwar Mangkrak
#proyek mangkrak
#PT Raja Bangun Karya
#PT RBK
#rekomendasi
#Rssa malang
#RSUD Dr Saiful Anwar
#tender
#trending



Berita Terkait

Komandan Kodiklatal Saksikan 201 Perwira Remaja TNI AL Dilantik
Jawa Timur.Jumat, 21 Februari 2025

Prabowo Beri Pangkat Jenderal kepada Djamari Chaniago dan Ahmad Dofiri
Hankam.Rabu, 17 September 2025

Pasca Pencopotan Gus Yahya dari Ketum PBNU, Muktamar NU Segera Digelar
Headlines.Sabtu, 29 November 2025

Erupsi Gunung Semeru, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Km
Headlines.Rabu, 19 November 2025

