siginews-Surabaya -Dukungan dari masyarakat masih terus mengalir ke pegerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat. Dalam sehari, donasi logistik berupa puluhan doz air mineral dalam kemasan didonasikan ke Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat, di dekat patung Gubernur Suryo, Taman Apsari, seberang depan gedung negara Grahadi.
“Sampai malam ini ada sekitar 51 doz air mineral,” ujar Abah Rosadi, salah satu relawan dari gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat, Kamis (28/8/2025).
Rosadi mengatakan, masyarakat dari berbagai daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur terus memberikan bantuan ke posko Rakyat Jawa Timur Menggugat.
“Tadi malam ada yang dari Jombang selatan mengirimkan bantuan 25 doz (air mineral dalam kemasan). Ada 5 doz dari Surabaya, dan ada macam-macam orang yang memberikan bantuan,” kata Rosadi.

Ia selain menerima donasi logistik dari masyarakat, Rosadi yang kebetulan pada malam ini waktunya menjaga Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat. (yang menjaga posko ini ada 20 an orang. Itu ada yang duduk-duduk, yang lainnya juga ada yang menyebar,” tambahnya.
Sementara itu, Korlap Rakyat Jawa Timur Menggugat, Cak Sholeh, mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang mendonasikan dan memberikan bantuan logistik untuk Demo 3 September 2025.
“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami tetap semangat dan terus berjuang, agar tiga tuntutan kami terkabulkan,” kata Sholeh.
Sebelumnya, M Sholeh beserta korlap lainnya (Acek Kusuma dan Musfiq) membentuk Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat. Posko tersebut dirikan sejak Kamis (21/8/2025) malam.
Pendirian posko tersebut sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, serta tempat bagi warga yang ingin menyumbangkan makanan, minuman, air mineral, hingga donasi uang tunai.
Donasi tersebut digunakan sebagai bahan logistik bagi gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat yang akan melakukan aksi demo besar-besaran pada Rabu, 3 September 2025, mengusung tuntutan yakni, 1- Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Roda 2 dan Roda 4.; 2- Usut Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah yang Diduga Melibatkan Gubernur Jatim.; 3- Hapus Segala Bentuk Pungli di Sekolah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.
(jrs)