Reporter : Anggoro
Ekonomi
Sabtu, 9 Mei 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Para pemimpin negara Asia Tenggara memberikan atensi khusus terhadap pembebasan sekitar 6.000 tahanan politik oleh pemerintah baru Myanmar. Isu tersebut menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam sesi retreat para pemimpin pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Sabtu (9/5/2026).
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa selain pembebasan ribuan tahanan, para pemimpin ASEAN juga menyoroti adanya perubahan status tahanan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Indonesia menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif yang perlu diapresiasi dalam kerangka pelaksanaan Five-Point Consensus.
“Setelah pemilu, ada beberapa gestur positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,” ujar Menlu Sugiono kepada awak media.
Dalam forum tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia agar proses politik di Myanmar berlangsung inklusif untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia mendorong anggota ASEAN untuk terus melakukan pendekatan (engage) terhadap Myanmar sebagai satu keluarga besar agar negara tersebut mampu menemukan solusi mandiri dalam memperbaiki situasi nasionalnya.
Selain krisis Myanmar, Presiden Prabowo juga membawa misi rekonsiliasi terkait persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Ia menekankan pentingnya pendekatan dialog dan kerja sama ekonomi daripada mempertajam perbedaan aspek legal perbatasan.
“Daripada kita mempertajam perbedaan, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi sementara itu kenapa kita tidak mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan untuk memberi manfaat bagi rakyat masing-masing,” tutur Menlu Sugiono mengutip pandangan Presiden Prabowo.
Prinsip dialog dan negosiasi ini ditegaskan sebagai pilar utama diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Dengan pendekatan ini, Indonesia berharap ASEAN tetap solid sebagai organisasi yang mampu mengelola konflik melalui cara-cara damai dan kolaboratif.
(Editor Aro)
#ASEAN
#Ekonomi
#Filipina
#Krisis Myanmar
#KTT ASEAN
#KTT ASEAN ke 48
#Menlu Sugiono
#politik
#Presiden Prabowo




Headlines.Jumat, 9 Januari 2026

Headlines.Senin, 25 Agustus 2025

Headlines.Minggu, 5 Oktober 2025

Ekbis.Minggu, 15 September 2024