Sawah Terendam Selutut Lebih, Petani Ngusikan Jombang Gagal Panen
Reporter : Redaksi
Ekonomi
Kamis, 15 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jombang – Sektor pertanian di wilayah utara Brantas kembali dalam kondisi terancam gagal panen. Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, diterjang banjir kiriman yang tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga melumpuhkan total area persawahan warga.
Ahmad, warga desa terdampak mengharapkan pemerintah dan pihak berwenang untuk segera merumuskan solusi permanen, seperti normalisasi saluran atau pembangunan tanggul yang lebih mumpuni.
“Harapan kami cuma pihak berwenang bisa memberikan solusi supaya warga dan petani tidak terus mengalami kerugian setiap kali banjir tahunan datang,” ujar Ahmad, salah satu warga terdampak, Rabu (14/1/2026).
Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi para petani setempat, mengingat genangan air akibat banjir kiriman ini merupakan yang kedua kalinya terjadi hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Genangan air mulai mengalir ke wilayah Ngusikan sejak Minggu (11/1/2026) pagi dan mencapai puncaknya pada Selasa (13/1/2026).
Ketinggian air di pemukiman warga mencapai bawah lutut orang dewasa, sementara di area persawahan, genangan jauh lebih tinggi dan bertahan lebih lama.
“Ini banjir tahunan, tapi kali ini sudah yang kedua. Yang pertama bulan November 2025, tapi tidak separah sekarang,” ungkap Ahmad.
Senada dengan Ahmad, warga lainnya bernama Ilham menuturkan bahwa air mulai merembes masuk ke rumah-rumah warga sejak Senin sore.
“Rumah dengan posisi lebih rendah hampir sebagian besar kemasukan air,” jelasnya.
Sementara, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengonfirmasi bahwa posisi geografis Desa Ketapang Kuning memang sangat rentan. Wilayah ini merupakan titik akhir atau “penampungan” aliran air dari berbagai daerah hulu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz, menjelaskan bahwa air yang merendam Ngusikan berasal dari pergeseran aliran wilayah Marmoyo, Ploso, Kudu, dan sekitarnya.
“Wilayah Ketapang Kuning ini merupakan daerah akhir aliran air. Karena proses akhirnya ada di sana, maka durasi genangan cenderung lebih panjang dibandingkan daerah lain,” pungkas Wiku.
(Pray/Editor Aro)
#Aliran sungai Brantas utara
#Banjir
#Banjir kiriman
#Cuaca ekstrem
#Jawa Timur
#Jombang
#Petani Ngusikan Jombang Gagal Panen
#Sawah Terendam



Berita Terkait

Baru Terungkap 6 Tahun Bejatnya Kakak Setubuhi Adik Kandung di Jombang
Hukrim.Kamis, 22 Mei 2025

Cek di Sekolahmu! Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis
Jawa Timur.Senin, 4 Agustus 2025

Tranformasi Pelabuhan: Lahan Eks PKL & Parkir Disulap Jadi Ruang Hijau
Headlines.Jumat, 5 Desember 2025

Eks Dirut Perumda Jombang Dituntut 8,5 Tahun Penjara&Terancam Ditambah
Headlines.Kamis, 15 Januari 2026

