siginews

SNI Jadi Tiket Global: 19 UMK Binaan Tembus Pasar Internasional

Reporter : Editor 01

Bisnis

Selasa, 27 Januari 2026

Waktu baca 2 menit

SNI Jadi Tiket Global: 19 UMK Binaan Tembus Pasar Internasional

Siginews.com-Jakarta – Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terbukti menjadi “paspor” ampuh bagi produk lokal untuk bersaing di kancah internasional.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melaporkan, sepanjang tahun 2025, sebanyak 19 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan mereka sukses menembus pasar ekspor di berbagai benua, mulai dari Asia, Australia, hingga Eropa dan Amerika.

Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, mengungkapkan keragaman produk UMK ber-SNI yang kini dinikmati konsumen global.

“Capaian ini membuktikan bahwa SNI bukan sekadar hambatan teknis, melainkan instrumen untuk meningkatkan daya saing. Saat ini, 204 jenis produk ber-SNI telah berhasil menembus pasar ekspor,” ujar Kristianto dalam Konferensi Pers bertajuk “Refleksi Tahun 2025 dan Outlook Tahun 2026” di Jakarta, Selasa (27/1/2026),

 

Beberapa produk unggulan tersebut meliputi:

– Sektor Pangan: Durian (China & Thailand), rumput laut (Prancis, AS, & China), tempe (Jepang), serta keripik nangka (Ceko, Malaysia, & Singapura).

– Sektor Industri Kreatif & Manufaktur: Meja rotan (Argentina, Prancis, & Eropa), mukena (Malaysia), hingga briket arang batok kelapa (Swedia, India, & Timur Tengah).

– Produk Olahan: Sirup dan bawang goreng yang berhasil menembus pasar Australia.

 

Pendampingan dan Bootcamp SNI

Keberhasilan 19 UMK tersebut tidak lepas dari fasilitas penerapan SNI yang diberikan BSN kepada 775 UMK sepanjang tahun 2025. BSN juga menggelar Bootcamp SNI Bina UMK secara daring yang diikuti lebih dari 1.000 peserta melalui kolaborasi dengan 18 kementerian, lembaga, dan BUMN.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Hingga akhir 2025, BSN mencatat total 10.081 SNI aktif, dengan 595 standar baru ditetapkan sepanjang tahun tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk dalam negeri memiliki standar mutu yang diakui secara internasional, sehingga meminimalkan hambatan teknis perdagangan (TBT-WTO).

 

Penghematan dan Dampak Ekonomi

Selain mendorong ekspor, kebijakan BSN yang mengadopsi standar internasional menjadi SNI juga memberikan keuntungan finansial langsung bagi pelaku usaha.

Melalui pembelian 7 jenis SNI adopsi internasional terbanyak (seperti ISO sistem manajemen keamanan informasi dan mutu), masyarakat memperoleh penghematan biaya sebesar Rp3,7 miliar dibandingkan membeli standar internasional secara langsung.

Memasuki tahun 2026, BSN akan memfokuskan kebijakan pada pengendalian mutu barang beredar dan penguatan kedaulatan ekonomi.

Kristianto menegaskan bahwa standardisasi akan menjadi fondasi perlindungan masyarakat, termasuk mendukung program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis melalui penetapan SNI untuk peralatan makan (food tray) yang aman.

“Standardisasi tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga fondasi perlindungan masyarakat dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

(Editor Aro)

#BSN

#SNI

#Standar mutu

#Usaha Mikro Kecil

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.